Postingan

MENEMUKAN SESUATU DALAM DIRI

       Pada akhirnya aku menulis lagi, hai. Aku kembali menulis sebagai diriku yang seutuh utuhnya semoga benar begitu adanya, kali ini bukan ingin mengeluh melainkan bercerita, haha apa bedanya?    J elas berbeda jadi begini ceritanya : belakangan aku menemukan pembelajaran baru mengenai                   dinamika kehidupan, menyoalkan permasalahan kehidupan masih selalu bermunculan tanpa diminta tanpa aku siap sama seperti biasanya namun yang membuat berbeda adalah caraku menyikapinya bisa dibilang aku mulai tenang jika diterjang badai, bukan berarti tidak sedih dan menangis hal itu kerap kali terjadi, tapi aku tidak marah, tidak mengeluh, tidak bertanya mengapa lagi dan lagi, mengapa begini dan begitu? Tapi lebih berpikir, bagaimana cara menyikapi ini agar selesai, pertama apa yang harus aku lakukan dan apa yang mampu aku lakukan. Begitulah aku yang sekarang.         ...

Kepada Tuhan

    Pada malam nan kelam dan jalanan yang sunyi aku baru merasakan kembali betapa melelahkan hidup ini, sungguh rasanya aku sudah tidak mampu menopangnya. Bagaimana bisa semua dibiarkan terjadi kepadaku, alih-alih marah kepada Tuhan aku malah terus berdoa kepadanya, Tuhan ini berat bagaimana ya, Tuhan saya tidak kuat lalu semua ini sampai kapan ya. Saya berusaha percaya Tuhan percaya akan selalu ada hal baik didalam semua kesulitan yang terjadi dihidup ini. Ampunilah saya karena terus mengeluh dan menangisi semua perkara. Saya ingin terus ada dalam jalan Tuhan dan merasakan kasih setianya serta kehadirannya,  Saya percaya saya sanggup karena Tuhan terus menopang, Saya tidak sendiri kan? 

Berjalan pelan

                               Sepanjang saya hidup, selalu saja ada momen dimana saya terus menyalahkan diri          Jelas padahal diri ini butuh dicintai, oleh diri sendiri, akan tetapi mencintai diri sendiri saja masih           salah caranya, kurang porsinya. Sudah begitu, ingin mengeluh pula, Dasar bodoh! "Lagi kan?          Lagi dan lagi mengatai diri sendiri. Bagaiman bisa menjalani hari - hari yang menyebalkan  ini dengan cara yang salah begini.                                Di setiap sudut ruang kehidupan yang saya jalani ada baiknya, saya memuji diri,              Berterimakasih mungkin pada diri. Tubuh-mu yang kau ajak terus bergerak, pikiranmu yang     ...

RUMIT

       Selalu saja ada hal-hal rumit yang masuk kedalam hidup manusia, baik dari permasalahan yang rumit, memanage waktu dan uang yang rumit. hal sederhana saja bisa menjadi rumit, karena apa? ya karena diri sendiri. Terlalu rumit untuk membuat sesuatu menjadi tidak rumit.    Kurang lebih begitulah tepatnya. Tapi dari banyak hal yang dasarnya rumit juga hal yang sengaja dibuat rumit, tidak bisa dipungkiri terselesaikan juga, berakhir juga dengan baik pula.       Rasanya kemarin tidak ada masalah,semua baik-baik saja,tapi kok makin kesini balik lagi masuk kedalam hal-hal rumit itu? "tanya aku".,,,, Namanya hidup terus saja berputar-putar, kita hanya akan masuk kedalam hal rumit dan hal menyenangkan dengan bentuknya yang beragam. "jawab aku pada diri sendiri"......                                            Jala...

MURAM NAN KELAM

                 Belakangan seperti berputar-putar dan kehilangan. Wajahnya kian muram, malam-malam nya terasa kelam, pagi siang dan sore dihabiskannya menguras energi. Malamnya ia mengeluh lagi hingga tidur lagi. Sesekali ia enggan tuk bangun, tapi dipaksa untuk bangun menghadapi banyak masalah yang telah ia ciptakan. Berupaya menata hari kian hari yang hanya terlihat semakin berantakan. Mau bagaimana sekarang? berhenti tidak membuat masalah-mu selesai bukan!

Dari Diri Kepada Diri

           Pada hari yang kian hari kian menyepi, rasanya ita terlihat tak punya gairah menyapa hari esok. Teramat sesak, bernafas pun ia kesulitan. Pipi-nya basah setiap hari, matanya selalu jujur memberitahu atas apa yang di-rasakannya, meskipun ucapannya mahir berkata bohong.          Bukankah kita diperkenankan untuk merasakan segala sesuatu hal yang memang sedang kita rasakan. Menangislah hingga kau puas, marahlah jika itu harus, diamlah jika memang tak punya cukup energi untuk merespon atau berekspresi. Segala sesuatunya itu pilihan serta tanggung jawab-mu.         Jangan sungkan menjadi diri sendiri, jangan takut tanggapan orang lain akan diri. Kenali lah dan percaya pada dirimu sendiri. Bahwa kamu pun manusia. Jangan takut ketika kamu menjdi manusia selayaknya.         Sekali lagi, yang mengenal dan memahamimu ya dirimu sendiri. Jadi jangan sibuk mencemaskan hal-hal yang tidak perlu....

MENGELUH LAGI.

 - Memang tidak mudah mencintai diri ini, termasuk aku kepada diriku sendiri. Kadang kala aku sangat ingin mati, namun hidup terus berjalan meski penuh tangis dan aku terseok-seok. Setersiksa apapun perasaan ini nyatanya aku sanggup melewati hari demi hari, dan sesakit apapun tubuh ini, aku masih saja harus bekerja dan melakukan kegiatan lainnya. Sambil mengeluh, meringkik dan tersedu sedan. Betapa hebatnya semesta menciptakan tubuh dan hati ini. Di hantam dan menghantam segala luka berulang kali, sedari kecil dengan banyak sekali bentuknya. - Sungguh rasanya sial sekali, membiarkan semua mengalir dengan sedikit gairah agar aku tetap bisa menikmatinya ntah benar-benar ku nikmati atau tidak, pada akhirnya pola hidup selalu sama hanya konteksnya yang berbeda. Hidup ini dinamis tidak konstan, berulang kali aku membiarkan diri ini mati berulang kali juga aku menyadarkan diri kembali, - Sungguh kegilaan atau kesialan macam apa ini, nyalakan kembang api-mu dan rayakanlah! Apalagi selain ...