Dari Diri Kepada Diri

         Pada hari yang kian hari kian menyepi, rasanya ita terlihat tak punya gairah menyapa hari esok. Teramat sesak, bernafas pun ia kesulitan. Pipi-nya basah setiap hari, matanya selalu jujur memberitahu atas apa yang di-rasakannya, meskipun ucapannya mahir berkata bohong. 

        Bukankah kita diperkenankan untuk merasakan segala sesuatu hal yang memang sedang kita rasakan. Menangislah hingga kau puas, marahlah jika itu harus, diamlah jika memang tak punya cukup energi untuk merespon atau berekspresi. Segala sesuatunya itu pilihan serta tanggung jawab-mu.

        Jangan sungkan menjadi diri sendiri, jangan takut tanggapan orang lain akan diri. Kenali lah dan percaya pada dirimu sendiri. Bahwa kamu pun manusia. Jangan takut ketika kamu menjdi manusia selayaknya.

        Sekali lagi, yang mengenal dan memahamimu ya dirimu sendiri. Jadi jangan sibuk mencemaskan hal-hal yang tidak perlu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kepada Tuhan

Berjalan pelan

RUMIT