PERKARA HIDUP
- Belakangan hidup semakin rumit, meski begitu bukankah kerumitan yang hadir ini lebih dari sekali duakali. Ada banyak kerumitan dalam hidup yang telah dilewati, dijalani, ditemui soluinya, dan selesai pada akhirnya. Kerumitan atau masalah-masalah hidup akan terus hadir silih berganti, ntah karena diri sendiri yang menciptakannya atau hadir melalui perantara.
Hanya kepada diriku aku berharap, aku berharap aku mampu untuk terus hidup untuk menyelesaikan segala perkara yang terjadi, kuat berjalan sendirian, tau dan sadar kapan harus istirahat.
"kamu tidak sendirian" itu omong kosong, seringkali aku hampir mati sendirian. Ntah bagaimana semesta Terus membiarkan aku hidup, dibuatnya aku kuat meski disetiap harinya tersedu sedan.
Sekali lagi aku ingatkan ra "jalan pulang paling arif adalah diri sendiri".
Sedari kecil aku mencari rumah, mencari jalan pulang, hingga pada akhirnya aku sadar, diriku sendirilah menjadi tempat perhentian terakhir disaat orang-orang yang aku percaya, yang aku cintai dan kasihi tidak membuatku merasa aman nyaman seperti cerita orang-orang tentang bagaimana itu rumah.
Sejak saat itu juga aku melatih diriku untuk terus bertahan juga belajar bagaimana menyikapi hidup dan dunia luar. mereka bilang aku hebat sebab masih mampu bertahan, aku rasa sebaliknya aku hanya terus memaksakan diri menjadi kuat.
Hari demi hari aku jalani, sesekali pasrah menyerah, sesekali aku sedih dan marah kepada diriku. Namun diwaktu tertentu aku sepakat pada mereka yang mengatakan "kamu hebat ra". Setelah aku mengutuk diri aku mengucap terimakasih "terimakasih pada semsesta, terimakasih untuk diri dan kepada semua orang yang hadir juga menjadi saksi bagaimana aku tumbuh merangkak hingga berjalan terus sekarang.
Komentar
Posting Komentar