MENGELUH LAGI.
- Memang tidak mudah mencintai diri ini, termasuk aku kepada diriku sendiri. Kadang kala aku sangat ingin mati, namun hidup terus berjalan meski penuh tangis dan aku terseok-seok. Setersiksa apapun perasaan ini nyatanya aku sanggup melewati hari demi hari, dan sesakit apapun tubuh ini, aku masih saja harus bekerja dan melakukan kegiatan lainnya. Sambil mengeluh, meringkik dan tersedu sedan. Betapa hebatnya semesta menciptakan tubuh dan hati ini. Di hantam dan menghantam segala luka berulang kali, sedari kecil dengan banyak sekali bentuknya. - Sungguh rasanya sial sekali, membiarkan semua mengalir dengan sedikit gairah agar aku tetap bisa menikmatinya ntah benar-benar ku nikmati atau tidak, pada akhirnya pola hidup selalu sama hanya konteksnya yang berbeda. Hidup ini dinamis tidak konstan, berulang kali aku membiarkan diri ini mati berulang kali juga aku menyadarkan diri kembali, - Sungguh kegilaan atau kesialan macam apa ini, nyalakan kembang api-mu dan rayakanlah! Apalagi selain ...