Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

MENGELUH LAGI.

 - Memang tidak mudah mencintai diri ini, termasuk aku kepada diriku sendiri. Kadang kala aku sangat ingin mati, namun hidup terus berjalan meski penuh tangis dan aku terseok-seok. Setersiksa apapun perasaan ini nyatanya aku sanggup melewati hari demi hari, dan sesakit apapun tubuh ini, aku masih saja harus bekerja dan melakukan kegiatan lainnya. Sambil mengeluh, meringkik dan tersedu sedan. Betapa hebatnya semesta menciptakan tubuh dan hati ini. Di hantam dan menghantam segala luka berulang kali, sedari kecil dengan banyak sekali bentuknya. - Sungguh rasanya sial sekali, membiarkan semua mengalir dengan sedikit gairah agar aku tetap bisa menikmatinya ntah benar-benar ku nikmati atau tidak, pada akhirnya pola hidup selalu sama hanya konteksnya yang berbeda. Hidup ini dinamis tidak konstan, berulang kali aku membiarkan diri ini mati berulang kali juga aku menyadarkan diri kembali, - Sungguh kegilaan atau kesialan macam apa ini, nyalakan kembang api-mu dan rayakanlah! Apalagi selain ...

SAYANG :)

- Sayang aku memasuki kembali fase ini, fase di mana aku tidak begitu tau harus menangis karena lega atau menangis sedih kehilangan. Mencintai bukan perkara mudah kupelajari sedari kecil (betul kata penggalan lirik lagu nadin).   Aku tidak mau membiarkanmu berada dalam suatu hubungan yang sulit sayang. Aku boleh mencintai dan menyanyangimu tapi aku tidak boleh menjadi egois membiarkanmu untuk terus bersamaku.  Terimakasih karena sudah berkenan bertaruh bersamaku semoga hal-hal baik menyertaimu, aku memberanikan diri untuk bersikap (nyatanya aku setakut itu) aku takut akan banyak hal sayang. Tapi aku lebih takut mencintaimu dalam ego. Bersyukur dan senang bisa mengenal serta menghabiskan waktu bersamamu.   Biarlah memori itu ku putar sendiri, mengingat idealismu dan kekuranganku, aku bisa apa sayang? 

MENERIMA?

    -  Menerima sebuah kenyataan dalam hidup memang menyebalkan namun akan lebih menyebalkan kalau kita berdenial akan suatu kenyataan itu. Jadi apapun yang terjadi atas hidup apalagi berasal dari pilihan kita sendiri, mau tidak mau harus diterima. Hidup akan semakin rumit jika kita melihat dari sudut pandang yang kurang tepat.          Hidup hanya butuh tenang, kedamaian, kenyamanan. Dari mana hal-hal itu berasal? dari kita sendiri Kita yang mencari juga menciptakan. Dunia dan orang-orang diluar diri kita tidak dapat kita harapkan. Janganlah menaruh harap pada manusia lain sebab kau akan kecewa.           Segala bentuk kecewa, aku dapat dan kupelajari sedari kecil, dari rumah itu. Belajar untuk menerima semua itu pelan-pelan masih ku lakukan hingga sekarang. sebab menerima memang tidak mudah seperti menulis atau saran bijak dari kawan sekitar.           Sesekali mengutuk diri itu lumrah,...

PERKARA HIDUP

      - Belakangan hidup semakin rumit, meski begitu bukankah  kerumitan yang hadir ini lebih dari sekali duakali. Ada banyak kerumitan dalam hidup yang telah dilewati, dijalani, ditemui soluinya, dan selesai pada akhirnya. Kerumitan atau masalah-masalah hidup akan terus hadir silih berganti, ntah karena diri sendiri yang menciptakannya atau hadir melalui perantara.       Hanya kepada diriku aku berharap, aku berharap aku mampu untuk terus hidup untuk menyelesaikan segala perkara yang terjadi, kuat berjalan sendirian, tau dan sadar kapan harus istirahat. "kamu tidak sendirian" itu omong kosong, seringkali aku hampir mati sendirian. Ntah bagaimana semesta Terus membiarkan aku hidup, dibuatnya aku kuat meski disetiap harinya tersedu sedan. Sekali lagi aku ingatkan ra "jalan pulang paling arif adalah diri sendiri".      Sedari kecil aku mencari rumah, mencari jalan pulang, hingga pada akhirnya aku sadar, diriku sendirilah menjadi tempat per...